HOTLINE 0812 90090011 - 0838 2020 1111 - 0812 2060 2011 csmqtravel@mqtravel.co.id
Ust. Mulyadi Al Fadhil : Haji Mabrur Terlihat Setelah di Tanah Air

Ust. Mulyadi Al Fadhil : Haji Mabrur Terlihat Setelah di Tanah Air

Di antara beberapa pembimbing jamaah haji khusus MQ Travel 1434 Hijriah, ada nama Ust. Mulyadi Al Fadhil yang secara konsisten mengemban amanah spesial ini sejak 2009. Pertama kali beliau mengunjungi Tanah Suci pada 2001 dan langsung diamanahi sebagai pembimbing haji regular hingga 2006. Lebih dari 10 tahun hampir rutin ke tempat lahir dan dakwah Rasulullah SAW tersebut, kesan yang didapatkan Ust. Mulyadi adalah suasana yang selalu khitmad dan luar biasa. ?Secara pribadi setiap tahun jamuan Allah ini luar biasa. Bisa merasakan bagaimana keagunagan Allah, yang diundang adalah tamu Allah. Sekalipun jamaah haji khusus, jika Allah tidak mengizinkan, tidak akan bisa. Tinggal bagaimana bisa mengikuti peraturan haji secara sunnah,? ungkap Ustadz yang juga menjabat sebagai kepala SMK Daarut Tauhiid Bandung ini. Menurut Ust. Mulyadi, hakikat utama ibadah yang termasuk dalam Rukun Islam ke lima ini adalah manasik dan segi esensi yang perlu didalami oleh jamaah. Maka dari itu, dalam manasik yang diadakan selama empat hari di Pesnatren DT Bandung, MQ Travel berusaha menggali hikmah dan makna dari setiap aktivitas haji, bagaimana bisa menemukan esensi dan pelajaran dari ibadah yang dijalani. ?MQ Travel ingin menguatkan keyakinan yang bisa didapatkan jamaah dengan ibadah haji, tepatnya saat mereka nanti sudah berada di Tanah Suci: tempat ayat-ayat Al Quran diturunkan, tempat Rasul berdakwah, tempat yang dibangun oleh Nabi Ibrahim AS lalu merasakan sendiri bagaimana kebesaran Allah di sana,? paparnya. Bersyukur dan Kembali ke Amalan Masing-Masing Ada satu pengalaman yang tidak terlupakan oleh Ust. Mulyadi yaitu waktu pertama kali beliau menjalani ibadah haji. ?Saat ini saya dan rombongan sedang tanazul, bertemu dengan jamah asal Suria yang sama sekali tidak punya ongkos, tidak punya penginapan dan...
Keberangkatan Umroh 15-23 Juni 2013

Keberangkatan Umroh 15-23 Juni 2013

Beruntunglah bagi mereka yang dipanggil/diundang Allah menuju Tanah Suci-Nya. Sebab kesempatan menunaikan ibadah umroh/haji memang sama sekali tidak bergantung dengan uang, waktu dan kesehatan. Perasaan dan suasana inilah yang tergambar di Terminal 2F Keberangkatan luar negeri di Bandara Soekarno-Hatta Banten di mana 232 jamaah MQ Travel berkumpul sebelum bersama-sama memasuki boarding room pada Sabtu, 15 Juni lalu. Bertepatan dengan awal liburan sekolah, beberapa di antara mereka memang ada yang bepergian bersama anak-anak tercinta. Salah satunya adalah keluarga Ibu Mufidah Ahmad Ali. Bersama anak, suami, ibu dan ibu mertuanya, mereka melaksanakan ibadah umroh untuk pertama kalinya dan sengaja menunggu momen liburan anaknya selesai UAS. “Ibu mertua saya sudah berumur 80 tahun dan ibu saya sendiri 73 tahun. Sudah pada sepuh. He he he… Tapi saya dan suami bismillah saja. Semoga nanti di Tanah Suci Allah menyehatkan mereka dan bisa mengikuti ibadah dengan lancar,” ungkap ibu yang tinggal di Kranggan, Cibubur, ini. Umroh: Charge Hati Jamaah selanjutnya yang ditemui tim MQ Travel adalah Ibu Mamah Maryamah Mali yang pergi bersama suami (Muflihudin Iya Sukria) dan kedua orang tuanya (Karni Nisan Rail dan Mali Iran Jasimin). Ini adalah perjalanan umroh Ibu Mamah ketujuh kalinya. “Terakhir pergi bulan Maret tahun lalu. Iya, Tanah Suci selalu membuat saya rindu dan rindu lagi ke sana. Ibarat baterai handphone, hati dan pikiran ini perlu di-charge. Jadi saat sudah sampai ke Indonesia, Insya Allah ibadah makin khusyuk,” ucapnya. Tiap melaksanakan umroh, Ibu Mamah tidak menggunakan satu travel agency yang itu-itu saja, termasuk umroh kali ini yang baru pertama kalinya bergabung di MQ Travel. “Saya adalah pendengar setia MQ Pagi setiap hari dan rajin mendengar tausyiah Aa Gym....
Istirahatkan Hati dari Duniawi Selama 20 Hari dalam Haji

Istirahatkan Hati dari Duniawi Selama 20 Hari dalam Haji

Bagi sahabat di Tanah Air yang sempat menyimak langsung Khutbah Arafah bersama KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) kemarin (14 Oktober 2012) yang disiarkan secara streaming oleh MQ FM Bandung dan Eadio Silaturahim Jakarta, Insya Allah bisa merasakan langsung bagaimana khusyuk dan harunya para jamaah haji yang sedang berkumpul di padang Arafah bersama jutaan jamaah haji lainnya dari seluruh dunia yang sedang menunaika puncak ibadah Rukun Islam ke lima tersebut. Dalam khutbahnya sesaat setelah Adzan Dzuhur waktu setempat, Aa Gym sempat menyatakan bahwa kehidupan duniawi sebentar dan cita-cita kita hanya untuk Allah. Beliau menyampaikan agar haji kali ini diniatkan hanya untuk Allah serta dapat menemukan nikmat dari Allah. ?Haji mabrur adalah haji yang berharap hati ini hanya pada Allah. Haji mabrur adalah haji...