HOTLINE 0812 90090011 - 0838 2020 1111 - 0812 2060 2011 csmqtravel@mqtravel.co.id
Pentingnya Ilmu Tauhid Oleh KH.Abdullah Gymnastiar

Pentingnya Ilmu Tauhid Oleh KH.Abdullah Gymnastiar

Hadirin, apakah Alloh sedang Menatap kita? Jawab? Yakin? Apakah Alloh sedang Mendengarkan apapun yang terucap? Apakah Alloh Menyaksikan segala-gala yang terjadi? Apakah Alloh Tahu isi hati kita? Apakah Alloh SWT Tahu setiap masalah yang sedang kita hadapi? Siapa yang paling tahu jalan keluar terbaik? Alloh? Apakah Alloh akan menyia-nyiakan orang yang meminta kepadaNya? Dunia berikut isinya milik siapa? Alhamdulillah. Kalau keyakinan itu sudah mendarah daging dalam diri kita, akhlak akan langsung berubah. Kalau kita sering mendengar akhlak Rasulullah: indah, kuat, tegar, sabar, syukur, sejuk, mantap. Semua itu buah keyakinan kepada Alloh. Jadi kalau kita mempelajari shirah Nabawiyah, kita mempelajari sejarah Nabi. Kenapa beliau begitu kuat ketika berdakwah seorang diri, ditinggalkan oleh sanak saudara, dijauhi oleh kawan, dimusuhi oleh lingkungannya, diboikot, dihina habis-habisan, ditumpahi kotoran Unta. Diusir. Kenapa Alloh kuat sekali menghadapi semua ini? Penyebabnya adalah, karena beliau ikhlas melakukan apapun hanya karena Alloh. Orang ikhlas tuh buah dari keyakinan. Kalau tauhiid, keyakinan pada Alloh sedang menghujam, langsung berubah. Jadi kalau ada yang bertanya, ?Mengapa suami saya rajin Jumatan. Ngajinya banyak? Ilmunya banyak? Tapi kelihatannya ke Allohnya, akhlaknya belum sesuai dengan ilmunya.? Penyebabnya adalah tauhid-nya. Karena kalau tauhid sudah benar, yakin dia berubah. Seperti yang dikatakan tadi, kalau orang selalu merasa ditatap Alloh, dia tidak berani berbuat maksiat. Di mana kita bisa berbuat maksiat? Sedangkan setiap saat Alloh Menyaksikan. Ada kamera saja orang tidak berani mencuri. Ada kamera di dalam lift, orang nggak mau berbuat maksiat. Alloh Maha Melihat, Alloh Maha Menatap. Asy Syahid, Alloh Maha Menyaksikan. Ada orang, tidak ada orang, sama bagi orang yang merasa disaksikan oleh Alloh. Dakwah Pertama Rosul tentang Tauhiid Wa kafa billah hi shahida....
Cintai Allah SWT Di Atas Segalanya

Cintai Allah SWT Di Atas Segalanya

Cintai Allah di Atas Segalanya Subhanallah walhamdulillah walaillahaillah allahuakhbar. La haulawalaquwata`illabillahil `aliyil adzim. Allahumma Salli Ala Sayyidina Muhammad wa `ala alihi washohbihi ajmain. Ya Allah… Ya muqallibal qulub tsabbit qolbi `ala dinik. Allahumma nawwir quluubana binuuri hidayatik, kama nawwartal Ardha binurisy syamsik, abadan, abada birahmatika ya Arhamar Rahimin. Allahummaftahlana hikmataka wansyur ‘alaina rahmataka Ya zaljalali wal ikram. La ilaha illa anta subhanaka, inna kunna minadzolimin. Amin ya Allah Robbal alamin. Allah pasti sedang Menatap kita. Pasti. Mendengarkan setiap suara, setiap suara, setiap bisikan hati. Alloh pasti Mengetahui apa yang ada di lubuk hati kita yang paling tersembunyi, paling dalam. Tentu saja Alloh sangat Mengetahui siapa yang mendominasi hati kita. Maka dia ataukah makhluk ataukah benda, mudah-mudahan Alloh yang Mengumpulkan kita benar-benar Menolong kita untuk membersihkan dari Illah-Illah, Tuhan-Tuhan yang lain yang ada di hati kita. Terjemahan Surat At Taubah ayat 24 “Qul in kaana aabaaukum wa-abnaaukum wa-ikhwaanukum wa-azwaajukum wa`asyiiratukum wa-amwaalun iqtaraftumuuhaa watijaaratun takhsyawna kasaadahaa wamasaakinu tardhawnahaa ahabba ilaykum mina allaahi warasuulihi, wajihaadin fii sabiilihi, fatarabbashuu hattaa ya’tiya allaahu bi-amrihi. Waallaahu laa yahdii alqawma alfaasiqiina Artinya: “Katakanlah, jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, isteri-isteri (pasangan)mu, kaum keluargamu, harta (kekayaan) yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya dan tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai daripada Alloh dan rasulnya dan dari jihad di jalannya, maka tunggulah sampai Alloh Mendatangkan keputusannya. Dan Alloh tidak Memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” Ini adalah peringatan yang luar biasa tegasnya. Kita harus waspada dengan ayat ini. Karena kita akan benar-benar memikul masalah kalau hati kita dipenuhi oleh cinta kepada makhluk dan benda yang membuat Alloh terkalahkan di hati. Kalau Sudah Cinta ke Alloh, Sikapnya jadi Tepat...
Berguru Kepada Nabi Ibrahim AS

Berguru Kepada Nabi Ibrahim AS

Orang-orang yang diundang Allah Ta’ala untuk berhaji dan berumrah diberikan kesempatan untuk melihat Rumah Allah, memegangnya atau bahkan menciumnya. Yang telah melihat dan memegang menjadi tahu persis bahwa ukuran rumah Allah Ta’ala tidak besar dan bukan terbuat dari emas. Padahal Dia kuasa untuk membuat rumah dari emas yang membuat manusia terpesona dan berduyun-duyun datang untuk melihatnya. Rumah itu tidak besar dan bukan terbuat dari emas, namun di hari ini satu-satunya tempat yang tidak pernah sepi dari kunjungan manusia adalah Rumah Allah itu. Secara lahiriah rumah itu sederhana, tetapi secara batiniah rumah itu sangat mewah. Tidak ada yang lebih indah  di sisi Allah melebihi orang bertakwa. Pusaran manusia takwa yang tawaf, shalat atau menatap Ka’bah adalah hiasan termewah bagi Ka’bah. Dan di dasar Ka’bah itu tertanam batu-batu yang disusun oleh tangan orang yang lebih mengutamakan Allah di atas segala sesuatu, Nabi Ibrahim as. Fondasi penyanggah itulah permata terindah bagi Ka’bah. Sebelum Allah Ta’ala memilih Nabi Ibrahim as menjadi Imam bagi segenap manusia dan memerintahkannya untuk menegakkan kembali fondasi Baitullah, Allah menguji beliau dengan beberapa perintah dan larangan. Dari ujian itu terlihat Ibrahim as lebih mengutamakan Allah swt dibandingkan apa pun juga. Paling tidak ada tiga ujian besar yang membuktikan hal ini, yaitu: ujian dibakar hidup-hidup, ujian menempatkan keluarga di tempat yang tidak ada air dan kehidupan sama sekali; dan ujian menyembelih puteranya dengan tangannya sendiri. Ujian pertama, dibakar hidup-hidup. Imam Ibnu Katsir dalam Kitab Qishash al-Anbiyâ menceritakan bahwa Nabi Ibrahim as dilahirkan dan dibesarkan  di Babilonia. Di hari itu hanya ada tiga orang saja yang menyembah Allah swt yaitu: Ibrahim as, istrinya Sarah dan keponakannya Luth. Orang-orang Babilonia pada waktu...
Antara Pengorbanan dan Cinta

Antara Pengorbanan dan Cinta

Kata “adha” dalam kalimat Idul Adha yang digunakan untuk menamai hari besar Islam tanggal 10 Dzulhijjah berasal dari bentuk kata “adha-yudhi-udhiyatan” yang artinya adalah “berkorban”. Maka Idul Adha jika diterjemahkan dalam bahasa kita artinya adalah Hari Raya Korban PENGORBANAN. Maknanya hari tersebut merupakan hari di mana umat Islam yang merayakannya melakukan sebuah pengorbanan. “Pengorbanan apa?” Itulah pertanyaan yang masing-masing dari kita silahkan menjawabnya.. 10 Dzulhijjah dinamai dengan Idul Adha bermula dari kisah yang sering kita dengar di mana Nabi Ibrahim AS mengorbankan putera tercintanya Ismail AS dan menyembelihnya karena Allah SWT. Seperti yang diceritakan di dalam Alquran. Selanjutnya umat manusia diharapkan mengingat momen tersebut dengan saling menanyai diri sendiri. “Jika Nabi Ibrahim AS mengorbankan jiwa puteranya untuk Allah swt, maka apa yang sudah aku korbankan untuk-Nya?” Namun sebelum kita bahas lebih jauh tentang jawaban dari pertanyaan tersebut, ada baiknya jika kita bahas lebih dulu tentang arti berkorban itu sendiri. Saya kesulitan utuk mendefinisikan arti berkorban, namun barangkali kurang lebihnya begini: “Berkorban adalah memilih untuk memberikan sesuatu yang berharga yang dimiliki oleh seseorang kepada yang lain.” Dari pengertian ini maka dapat disimpulkan bahwa orang yang terpaksa harus kehilangan anggota tubuhnya karena kebakaran, misalnya, tidaklah dikatakan berkorban tapi dikatakan mendapat sebuah musibah sebab dia tidak memilih. Dan perbedaan antara berkorban dengan sekedar berbuat baik ada pada “sesuatu yang berharga” yang saya sebutkan di atas. Lihat saja bahwa jika ada orang kaya memberi sedekah nasi bungkus kepada seorang tukang sampah misalnya dia hanya disebut berbuat baik namun tidak dikatakan berkorban sebab apa yang dia berikannya kepada tukang sampah tersebut bukanlah sesuatu yang berharga untuk dirinya setidaknya jika dibandingkan dengan apa yang dimilikinya....
Wisata Hikmah Hongkong

Wisata Hikmah Hongkong

Bukan wisata biasa, kami siapkan perjalanan yang menjaga waktu sholat serta mengutamakan kehalalalan makanan yang disajikan. HONG KONG ~ SHENZHEN (14 ? 18 DECEMBER 2012) Hari ? 01 (14 Des?12) Tiba di Hongkong 1. Menuju Hongkong dengan Garuda Indonesia, take off at 09.50 AM 2. Tiba...