HOTLINE 0812 90090011 - 0838 2020 1111 - 0812 2060 2011 csmqtravel@mqtravel.co.id
MILIKILAH AKHLAK MULIA

MILIKILAH AKHLAK MULIA

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym ) Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt., Dzat Yang Maha Mulia lagi Maha Bijaksana. Dialah Alloh yang tiada pernah berhenti melimpahkan rezeki kepada seluruh makhluk-Nya. Hanya kepada Alloh kita menyembah dan hanya kepada-Nya kita akan kembali. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw. Saudaraku, krisis terbesar yang melanda umat manusia bukanlah krisis politik, bukan krisis ekonomi, bukan krisis hukum. Krisis terbesar dan paling berbahaya yang melanda manusia adalah krisis akhlak! Rosululloh Saw. bersabda, “Sesungguhnya aku diutus adalah untuk menyempurnakan akhlak.” (HR. Ahmad) Ada orang yang baru saja dapat keberuntungan yang besar, kemudian dia segera melampiaskan kegembiraannya dengan berfoya-foya di tempat hiburan malam sambil minum minuman keras, nongkrong sampai pagi dan tidak mempedulikan batasan antar lawan jenis. Ini adalah gambaran akhlak yang buruk. Sementara di tempat yang lain, ada orang yang mirip yaitu mendapat keberuntungan yang sangat besar, kemudian dia mengekspresikan kegembiraannya dengan spontan sujud syukur memuji Alloh Swt. Kemudian, dia datangi mushola untuk sholat sunnah dan berterimakasih kepada Alloh, “Ya Alloh, terimakasih telah memampukan hamba meraih pencapaian ini.” Akhlak mulia adalah buah dari tauhid yang bersih dan ibadah yang benar. Bagaikan sebatang pohon, akhlak adalah buahnya. Saripati makanan yang baik yang diserap oleh akar, akan menghasilkan buah yang ranum dan manis. Namun, jika saripati makanan yang diserap akar adalah hal-hal yang kotor, bercampur limbah, maka jangankan berbuah, pohon itu malah akan kering dan mati. Tak ada manusia yang tak menyukai akhlak mulia. Setiap orangtua, senang jika anaknya berakhlak mulia. Setiap anak, gembira jika orangtuanya berakhlak mulia. Pun demikian guru, bahagia jika murid-muridnya berakhlak mulia, begitu juga sebaliknya....

KURBAN BUKTI KETAUHIIDAN

Kurban Bukti KetauhiIdan KH. Abdullah Gymnastiar “Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS Ath Thalaaq [65]: 2-3) Semakin yakin kepada Allah, semakin ringan pula untuk melakukan apa saja yang disukai Allah. Jadi, kemampuan seseorang baik harta, tenaga, waktu dan pikiran, sangat berbanding dengan tingkat ketauhidannya. Semakin yakin kepada Allah, maka semakin ringan dan semakin melimpah kebaikan. Sebaliknya, semakin kurang yakin kepada Allah, semakin pelit dan banyak perhitungan. Ibadah kurban yang diawali oleh Nabi Ibrahim intinya merupakan kepatuhan kepada Allah. Orang cenderung berat untuk melepas apa yang merasa miliknya. Padahal, apa yang dititipkannya tersebut semata-mata hanya titipan belaka. Ujian dari Allah dan suatu saat akan diminta pertanggungjawaban. Ketika dia berhasil melepaskan rasa memiliki yang diganti dengan kepatuhan kepada Allah, maka Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. “Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya.” (QS Ath-Thalaq [65]: 5) Dan terbukti pengorbanan yang dilakukan Nabi Ibrahim menjadi kebaikan yang terus menerus dilakukan sampai sekarang. Menjadi salah satu bukti kecintaan seorang hamba kepada Rabbnya. Lepaskanlah rasa memiliki. Mulailah meyakini segalanya hanya titipan Allah. Sebagai ujian dari Allah, dan suatu saat akan diminta pertanggungjawaban oleh-Nya. Dan apabila Allah memerintahkan sesuatu yaitu berkurban, maka titipan tersebut dapat menjadi jalan mendekatkan diri kepada Allah. Allah tidak akan pernah menyia-siakan pengorbanan sekecil apa pun yang dilakukan oleh hamba-Nya. Yakin, Allah akan membalas semuanya dengan karunia yang lebih baik. Sabar, ikhlas, taat, dan bertawakal hanya karena Allah semata. “… Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan segala (keperluan)nya …”...
HAKIKAT SHAUM DI BULAN RAMADHAN

HAKIKAT SHAUM DI BULAN RAMADHAN

Hakikat Shaum di Bulan Ramadhan Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar Sahabat-sahabat sekalian, yang terpenting dari perintah Allah bagi kita adalah kita berubah menjadi lebih baik, lebih yakin, lebih bersih, lebih istiqomah. Kesuksesan ibadah kita salah satu cirinya adalah perubahan. Kalau kurang berubah pasti karena kurang yakin ke Allah. Kekuatan perubahan tergantung dari kekuatan keyakinan kepada Allah. Kita shaum Ramadhan tapi keyakinan tidak nambah, biasanya berubahnya juga kurang. Orang yang yakin sekali bahwa Allah menguasai segala-galanya, yakin Allah melihat dirinya, maka dia tidak akan berani berbuat sembarangan. Jika yakin Allah mendengar perkataannya, dia tidak sembarangan berbicara. Jalan menuju yakin adalah dengan mujahadah membersihkan hati. Jadi kalau Ramadhan ini sukses kita membersihkan diri kita, Insya Allah hadiahnya di antaranya adalah yakin. “Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. ” (QS Asy Syams [91]: 9-10) Jadi shaum kita di bulan Ramadhan nanti harus dengan tekad menuju qolbun salim (hati yang bersih/suci). Selain menahan tidak makan dan minum, ada beberapa shaum lainnya yang harus kita lalukan selama Ramadhan, di antaranya: 1. Shaum mata Salah satu yang harus dikendalikan adalah menahan pandangan, berlaku untuk laki-laki dan perempuan. Daripada melihat yang bukan hak kita, lebih baik melihat orang- orang sholeh atau saudara kita yang dhuafa atau kegiatan lain yang dapat melembutkan hati. Saat menonton TV atau berselancar internet juga harus menjaga pandangan. Bulan Ramadhan adalah bulan yang paling mulia. Maka yang kita baca pun yang mulia-mulia saja, seperti Al Quran, ayat-ayat mulia, hadits Rasulullah SAW, tulisan para ulama dan lainnya. Nanti kita bisa merasakan sendiri, akan teduh hati ini. 2. Shaum Telinga Jangan mau mendengar orang ghibah karena yang membicarakan...
7 Wasiat Rasulullah SAW kepada Abu Dzar Al-Ghifari

7 Wasiat Rasulullah SAW kepada Abu Dzar Al-Ghifari

Tujuh Wasiat Rasulullah SAW kepada Abu Dzar Al-Ghifari Oleh KH. Abdullah Gymnastiar Abu Dzar adalah salah satu sahabat yang disayangi Rasulullah SAW. Penegak yang Haq dari Suku Ghifar ini memiliki sifat pemberani yang sangat dipuji Rasulullah. Rasulullah menitipkan wasiat ini kepadanya bukan tanpa sebab. Beliau memahami karakter Abu Dzar yang taat dan teguh dalam mematuhi segala perintah Allah dan RasulNya. Berikut tujuh wasiat Nabi yang disampaikan dalam sebuah hadits. Dari Abu Dzar Al- Ghifari, beliau berkata: “Kekasihku Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah berwasiat kepadaku dengan tujuh hal: Pertama, supaya aku mencintai orang- orang miskin dan dekat dengan mereka; Kedua, beliau memerintahkan aku agar aku melihat kepada orang yang berada di bawahku dan tidak melihat kepada orang yang berada di atasku; Ketiga, beliau memerintahkan agar aku menyambung silaturahimku meskipun mereka berlaku kasar kepadaku; Keempat, aku dianjurkan agar memperbanyak ucapan ‘Laa hawla wa laa quwwata illa billah’ (Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah); Kelima, aku diperintahkan untuk mengatakan kebenaran meskipun pahit; Keenam, beliau berwasiat agar aku tidak takut celaan orang yang mencela dalam berdakwah kepada Allah; dan Ketujuh, beliau melarang aku agar tidak meminta-minta sesuatu apapun kepada manusia.” (HR Imam Ahmad At Thabrani, Ibnu Hibban, dan Al- Baihaqi. Syekh Al- Albani menyatakan hadits ini derajatnya shahih). Sekarang Mari Kita Bahas Wasiatnya Satu per satu: 1. Kita sering melihat orang miskin dengan pandangan sebelah mata seakan mereka orang yang berderajat rendah, padahal dalam pandangan Allah, kaya-miskin sama sekali bukan ukuran derajat. Derajat di sisi Allah hanya satu, yaitu ketakwaan. Mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka yaitu dengan membantu dan menolong mereka, bukan sekedar dekat dengan mereka. Apa...
ASY-SYAKUUR (ALLAH MAHA MENSYUKURI)

ASY-SYAKUUR (ALLAH MAHA MENSYUKURI)

Allah Asy-Syakuur (Allah Maha Mensyukuri) KH. Abdullah Gymnastiar Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS Ibrahim [14]: 7) Allah Asy-syakuur, Allah Maha Mensyukuri perbuatan hambanya/ Allah Maha Menerima syukur. Kemurahan Allah kepada hambaNya yang bersyukur bisa diibaratkan rumput yang dimakan sapi dan sapi bisa sempurna badannya padahal yang dimakan hanya rumput namun bisa jadi tanduk, jadi kulit, jadi tulang, jadi susu dan sebagainya. Begitu juga dengan air hujan yang sama-sama meresap ke tanah namun bisa jadi duren, jadi nangka, jadi apel. “Perumpamaan orang- orang yang menafkahkan harta- hartanya pada jalan Allah seumpama sebutir biji yang menumbuhkan 7 tangkai dan setiap tangkai berisi 100 biji, Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendakiNya dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Baqarah: 261) Dengan danya keterangan Asy-Syakuur ini, jangan sungkan melakukan kebaikan sekecil apapun karena tidak ada yang kecil dalam pandangan Allah. Jangan memikirkan yang belum ada. Kita tidak disuruh banyak memikirkan rezeki yang belum namun mensyukuri apa yang sudah ada. Jangan takut oleh yang akan datang, takutlah tidak bersyukur kepada karunia yang ada. Jangan capek memikirkaan rumah yang belum terbeli, syukuri kontrakan yang ada. Jangan capek memikirkan mobil yang belum terbeli, syukuri motor yang saat ini dipakai. Tidak perlu berambisi ingin jabatan, jadi orang benar saja sudah cukup. Jabatan waktunya tidak lama. Ada yang begitu ingin jabatan, carinya susah. Sesudah jabatannya berakhir, sengsaranya yang lama, jadi bulan-bulanan. Maka yang terpenting adalah menjadi orang yang bersyukur. “Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki...
MENDATANGKAN RAHMAT ALLAH

MENDATANGKAN RAHMAT ALLAH

Mendatangkan Rahmat Allah Oleh KH. Abdullah Gymnastiar Orang yang paling beruntung adalah orang paling sulit lupa kepada Allah dan orang yang paling rugi adalah orang yang paling sulit ingat kepada Allah. Jika seseorang sudah diberi karunia rahmat yang besar dari Allah, maka dia akan senantiasa ingat pada Allah. Dan ingat kepada Allah ini akan mengubah perilakunya menjadi indah, sabar dan sangat syukur terhadap sekecil apapun nikmat serta kepahitan demi kepahitan yang menimpanya. Orang yang sudah yakin kepada Allah akan ringan untuk berbuat kebaikan dengan tulus. “Tiga sifat manusia yang merusak adalah kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti, serta sifat mengagumi diri sendiri yang berlebihan.” (HR Imam Thabrani) Sa’id bin Zabir berkata dalam majmu Al- Fatawa, “Sesungguhnya seorang hamba yang melakukan perbuatan kebaikan lalu perbuatan kebaikan itu menyebabkan ia masuk neraka dan ada orang yang berbuat perbuatan buruk, lalu perbuatan buruknya itu membuat dia masuk surga hal itu dikarenakan perbuatan baiknya membuat dia jadi bangga akan dirinya sendiri, sedangkan perbuatan buruk orang itu bisa membuat tersungkur mohon ampun kepada Allah.” Dari Abu Hurairah RA, dia menceritakan bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah, dari rumah-rumahnya, mereka membaca kitab Allah, kemudian mempelajarinya dan berdzikir kepada Allah, melainkan Allah akan menurunkan kepadanya sakinah (ketenangan) dan Allah akan menghujaninya dengan rahmat kemudian akan diliputi oleh para malaikat dan akan disebutkan disisi Allah oleh Allah, di sisi mahluknya yang paling mulia.” (HR Muslim) Doa yang Dapat Mendatangkan Rahmat Allah QS Al-Kahfi (18) ayat 10: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).” QS Ali Imran...