HOTLINE 0812 90090011 - 0838 2020 1111 - 0812 2060 2011 csmqtravel@mqtravel.co.id

HAKIKAT SHAUM DI BULAN RAMADHAN

HAKIKAT SHAUM DI BULAN RAMADHAN

Hakikat Shaum di Bulan Ramadhan
Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar

Sahabat-sahabat sekalian, yang terpenting dari perintah Allah bagi kita adalah kita berubah menjadi lebih baik, lebih yakin, lebih bersih, lebih istiqomah. Kesuksesan ibadah kita salah satu cirinya adalah perubahan. Kalau kurang berubah pasti karena kurang yakin ke Allah. Kekuatan perubahan tergantung dari kekuatan keyakinan kepada Allah. Kita shaum Ramadhan tapi keyakinan tidak nambah, biasanya berubahnya juga kurang.
Orang yang yakin sekali bahwa Allah menguasai segala-galanya, yakin Allah melihat dirinya, maka dia tidak akan berani berbuat sembarangan. Jika yakin Allah mendengar perkataannya, dia tidak sembarangan berbicara. Jalan menuju yakin adalah dengan mujahadah membersihkan hati. Jadi kalau Ramadhan ini sukses kita membersihkan diri kita, Insya Allah hadiahnya di antaranya adalah yakin.
Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. ” (QS Asy Syams [91]: 9-10)
Jadi shaum kita di bulan Ramadhan nanti harus dengan tekad menuju qolbun salim (hati yang bersih/suci). Selain menahan tidak makan dan minum, ada beberapa shaum lainnya yang harus kita lalukan selama Ramadhan, di antaranya:

1. Shaum mata
Salah satu yang harus dikendalikan adalah menahan pandangan, berlaku untuk laki-laki dan perempuan. Daripada melihat yang bukan hak kita, lebih baik melihat orang- orang sholeh atau saudara kita yang dhuafa atau kegiatan lain yang dapat melembutkan hati. Saat menonton TV atau berselancar internet juga harus menjaga pandangan.
Bulan Ramadhan adalah bulan yang paling mulia. Maka yang kita baca pun yang mulia-mulia saja, seperti Al Quran, ayat-ayat mulia, hadits Rasulullah SAW, tulisan para ulama dan lainnya. Nanti kita bisa merasakan sendiri, akan teduh hati ini.

2. Shaum Telinga
Jangan mau mendengar orang ghibah karena yang membicarakan dengan yang mendengar sama dosanya. Bersihkan dari mendengar yang dapat mengotori hati. Mulut ini seperti moncong teko, hanya mengeluarkan isinya. Di dalam kopi keluar kopi, di dalam air bening keluar air bening. Kalau orang ngomong jelek, dia sedang menceritakan kejelekan dirinya. Kalau orang sedang menghina, dia sedang menceritakan kehinaan dirinya. Tidak perlu dimasukkan ke dalam hati. Di bulan suci, bulan penuh keistimewaan, dengarlah hal-hal yang istimewa juga seperti asmaul husna, sholawat, ayat-ayat Al Quran. Allah tahu hamba-Nya sedang berusaha terus mendekat kepadanya lewat telinga.

3. Shaum Mulut
Berbicara itu tenaganya sedikit sekali tapi efeknya besar. Orang yang paling beruntung yang paling sedikit bicaranya dan sekali bicara benar dan yang paling rugi adalah yang banyak bicaranya dan tidak benar. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya ia berkata yang baik atau diam.” (HR Bukhari).

4. Shaum Pikiran
Jangan ruwet dengan pikiran. Lebih baik isi pikiran dengan mengagumi Allah, nanti Allah akan menuntun pikiran kita. Orang yang paling rugi adalah orang yang banyak memikirkan yang tidak harus dipikirkan, mengerjakan yang tidak perlu dikerjakan, membahas yang tidak perlu dibahas dan sibuk mengurus yang bukan urusannya. Tidak perlu memikirkan tentang rejeki kita. Seharusnya jangan takut tidak punya rezeki karena semuanya sudah diatur sama Allah, tapi takut tidak punya yakin, takut tidak punya syukur.

5. Shaum Keinginan
Bulan Ramadhan ini, kalau ada keinginan itu langsung disangkutkan dengan apa yang disukai Allah saja. Saat punya uang, tanya pada diri: “Allah sukanya apa, nih? Uangnya dihabiskan sendiri atau sebagian dipakai sebagian sedekahkan?”
Lakukan apa yang terbaik menurut Allah. Ramadhan adalah bulan terbaik. Apa yang kita lakukan hanya yang terbaik menurut Allah. Tidak usah mikir macam-macam, Allah sudah tahu keperluan kita, Allah sudah tahu apa yang terbaik buat kita. Apa yang akan Allah berikan untuk kita tidak akan meleset.

Menjelang Ramadhan, niatkan bahwa kita tidak mau sedekah yang biasa. Sedekahnya harus beda, mulai kumpulkan uang tabungan, cari bekal-bekal untuk sedekah seperti sepatu atau barang-barang sekitar yang sudah tidak terpakai. Ada yang menurut kita barang ini sudah jelek tapi bagi orang yang sangat perlu, justru malah tidak sanggup membelinya. Begitu juga dengan sholat. Kalau sholat kita biasa saja saat Ramadhan dan selain Ramadhan, kita menghina Allah karena Allah menyediakan luar biasa pahalanya tapi kita melakukan yang biasa-biasa saja.
Jadi jangan hanya shaum perut, tapi juga shaum yang lain, dan yang paling penting shaum hati dari berharap dan takut kepada selain Allah. Pada Ramadhan ini, mulai lah putus harapan dari mahluk karena mahluk tidak punya apa-apa, Allah yang punya segala-galanya. Jangan mengharap dihargai, dipuji, diakui kebaikan kita. Jangan mengharap diberi atau diperlakukan spesial oleh makhluk.
Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya.” (QS Ath Thalaq [65]: 3).
Bulan Ramadhan dahsyat sekali: tiap nafas jadi ibadah, baca satu huruf Al Quran juga hitungannya beda, memberi satu butir kurma untuk orang berbuka pahalanya sama dengan puasa. Sehingga Rasulullah SAW pun mengisyaratkan kalau saja orang tahu keutamaan Ramadhan, pasti dia ingin selamanya bulan Ramadhan.

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share This