HOTLINE 0812 90090011 - 0838 2020 1111 - 0812 2060 2011 csmqtravel@mqtravel.co.id

Siapa yang tidak mengenal perang fenomenal ini. 3000 pasukan Rasulullah saw berhadapan dengan 200.000 Pasukan Byzantium. Sangat tidak berimbang.

Perang terjadi karena dibunuhnya utusan damai Rasulullah saw.

Kaisar heraklius dan theodorus langsung memimpin peperangan dipihak byzantium.

3 Komandan Pasukan Rasulullah syahid Kala itu, Mereka itu adalah Ja’far bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah dan Abdullah bin Rawahah, sang mujahid Berseru :

“Demi Allah, sesungguhnya perkata yang kalian tidak sukai ini adalah perkata yang kamu keluar mencarinya, yaitu syahadah (gugur dimedan perang dijalan Allah Azza wa Jalla). Kita itu tidak berjuang karena karena jumlah pasukan atau kekuatan. Kita berjuang untuk agama ini yang Allah Azza wa Jalla telah memuliakan kita dengannya. Bergeraklah. Hanya ada salah satu dari dua kebaikan : kemenangan atau gugur (syahid) di medan perang.”

Begitu sengit peperangan sehingga Ja’far bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu. Sepupu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam ini berperang sampai tangan kanannya putus. Bendera dia pegangi dengan tangan kiri, dan akhirnya putus juga oleh tangan musuh. Dalam kondisi demikian, semangat dia tak mengenal surut, saat tetap berusaha mempertahankan bendera dengan cara memeluknya sampai dia gugur oleh senjata lawan. Berdasarkan keterangan Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu, salah seorang saksi mata yang ikut serta dalam perang itu, terdapat tidakkurang 90 luka di bagian tubuh depan dia baik akibat tusukan pedang dan maupun anak panah.

Tsabit bin Arqam radhiyallahu ‘anhu mengambil bendera yang telah tak bertuan itu dan berteriak memanggil para Sahabat Nabi agar menentukan pengganti yang memimpin kaum muslimin. Maka, Takdir jatuh pada Khalid bin Walid radhiyallahu ‘anhu. Sang pedang Allah, Dengan kecerdikan dan kecemerlangan siasat dan strategi – setelah taufik dari Allah Azza wa Jalla – 200.000 Pasukan Byzantium Kalah dan membawa kabar buruk bagi imperium romawi yang Tersohor itu.

MasyaAllah, bahagia bisa hadir di mutah bersama jamaah MQ Travel dan berdoa didepan makam sahabat mulia yang menemui syahidnya.

Semoga sahabat bisa berziarah dan merasakan fenomena perjuangan sahabat Nabi.

Dan tentu meneladani perjuangan dalam kebenaran.

Share This